Beranda EVENT START UP: Formulasi Kdrama Ala Netflix

START UP: Formulasi Kdrama Ala Netflix

260
0

GAMBARIDOEP.COM – Netflix adalah perusahaan streaming-on-demand global Amerika yang di dirikan pada tahun 1997 oleh Reed Hasting’s dan Marc Randolph di Scotts Valley, California. Saat ini Netflix merajai dunia streaming film online, mengalahkan dua competitor nya; Amazon Prime dan Hulu; yang di back up pendanaan luar biasa besar oleh induk perusahaan mereka.

Kekuatan terbesar Netflix terletak pada pemahaman pasar dan riset mendalam akan niche market dari para pencinta niche movie. Yang notabene adalah opinion leaders dari penonton film online. Hal inilah yang menjadi pembeda utama Netflix dalam menyuguhkan nilai lebih bagi para user.

Tercermin dari film-film berkualitas hasil produksi Netflix Original Content, maupun yang di seleksi dan di distribusikan via platform nya, Start Up adalah project Netflix Original Content Kdrama kedua yang ambisius setelah serial Vagabond di tahun 2019.

Netflix mengawinkan formulasi Blockbuster Hollywood dengan tipikal formulasi sukses serial Kdrama. Bukan untuk mendorong batasan Horizon Genre, namun untuk menggaet pasar Internasional yang lebih luas diluar pasar penggemar Kdrama klasik yang sudah mapan. Akan tetapi apakah formulasi berani ini menjadi Sub-Genre Kdrama baru yang Edgy? atau berakhir menjadi eksperimental berani lain ala Netflix? Mari kita telaah bersama dengan mengambil contoh kasus Kdrama Start Up yang tengah viral.

Start-Up di bintangi oleh Bae Suzy sebagai Seo Dal-mi, seorang wanita putus kuliah karena biaya dan ingin meraih mimpi nya lewat dunia bisnis Start-Up. Bersama nya ada Nam Joo-hyuk yang berperan sebagai Nam Do-san, seorang jenius matematika yang gagal sebagai CEO perusahaan technology rintisanya; Samsan Tech. Kang Han-na berperan sebagai kakak dari Seo Dal-mi, seorang CEO sukses yang ingin terlepas dari belenggu stigma harta kekayaan ayah tiri nya dengan mendirikan perusahaan rintisan sendiri.

Kim Sun-ho berperan sebagai Han Ji-pyeong, seorang manajer perusahaan Venture Capital yang tengah naik daun dan tanpa sengaja menemukan jati diri nya kembali. Dinamika kepribadian mereka tumbuh dalam perjalanan meraih mimpi lewat kompetisi akselerator bisnis Start-Up Korea; Sand Box.

Ambisi Netflix terlihat jelas dari pernyataan di situs resmi Netflix yang mengumumkan tanggal perdana penayangan serial Kdrama Start Up di bulan Oktober 2020 sembari menonjolkan sederetan actor, penulis dan sutradara dengan nama besar di dunia Kdrama.

Di minggu sebelum tanggal penayangan, ambisi ini diperkuat oleh situs resmi Netflix lain nya “Whats-On-Netflix”, yang menyatakan bahwa serial Start Up berpeluang sangat besar untuk masuk ke dalam rating Top 10 Tv Kabel Korea. Karena jam dan hari penayanganan nya yang juga ambisius di waktu “Prime-Time.” Langkah All-Out yang sangat berani, mengingat elemen Budget yang harus di investasikan pada serial Kdrama Start Up menjadi sangat besar.

Penentu keberhasilan formulasi Kdrama ala Netflix ini ada dua: Rating Top 10 Tv Kabel Korea, dan sukses Rating penonton Internasional di Platform Netflix.
Formulasi sukses Kdrama:

1. Star Power. Orang Korea terkenal sebagai “Beauty Junkies” dan kekuatan terbesar Kdrama terletak pada cast aktor yang fenomenal di dunia karena ketampanan dan kecantikan nya. Di Jajaran pemeran utama, Start Up memiliki Bae Suzy. Aktris dengan nama besar di dunia serial Kdrama, yang dipasangkan dengan Nam Joo-hyuk, seorang model dan actor yang dalam 5 tahun terakhir menjadi pusat perhatian public Korea. Di Jajaran pemeran pendamping, ada Kang Han-na; Stephanie Lee; dan Kim Seon-ho yang juga tidak kalah populer di kalangan pecinta Kdrama. Di sutradarai oleh Oh Choong-hwan, dan di tulis oleh Park Hye-ryun yang telah meraih kesuksesan di berbagai serial lainnya seperti While You Were Sleeping dan Hotel de Luna.
Sebuah kombinasi Star Power yang akan memanjakan mata dan imajinasi fans-base nya.

2. Plot Twist. Kdrama selalu memiliki ide-ide brilliant yang khas untuk menyuguhkan storyline unik dengan plot twist yang surprising (mengejutkan).
Start Up, menyajikan dengan cerdik Plot Twist brilliantnya dalam memperkenalkan tokoh utama dan pendamping di episode awal yang sangat krusial. Efek surprising di letakkan pada momen-momen yang tepat. Menciptakan Clifhanger yang dramatis. Sehingga tiap episode selalu dinanti penonton nya.

3. 2nd Lead Syndrome (SLS). Elemen sangat khas dari dunia Kdrama yang selalu melahirkan “perseteruan” diantara fan-base. Fanatisme kepada 2nd Lead Actor melahirkan dua Kubu yang berbeda. Dalam kasus Start Up, melahirkan Team Nam Do-san (1st Lead) dan Team Han Ji-pyeong (2nd Lead).
Plot Twist Start Up yang brilliant membawa Kim Seon-ho yang memerankan Han Ji-pyeong, memenangkan “Unofficial Prize” untuk 2nd Lead Actor paling dicintai dan digandrungi tahun ini. Meroketkan nama nya di jajaran bintang Kdrama.

4. Mudah dicerna dengan “Wow Faktor.” Wow Faktor Kdrama Start Up bukan hanya terletak pada jajaran Cast nya saja; namun juga sebuah pesta visual sinematografi TV dan Fashion. Diperkuat lagi dengan latar cerita nya yang mengambil dunia perusahaan rintisan yang fresh dan “Mind-Enriching.”

Team kreatif Start Up menunjukkan kekuatan riset mereka dengan berhasil menyajikan fakta-fakta mendasar mengenai dunia rintisan dengan ringan, namun inspiratif.
Formula sukses serial Kdrama di design untuk “menyenangkan” penonton. Dengan tujuan merebut posisi rating tertinggi jumlah penonton di waktu penayangan nya. Karena itu alur nya cenderung “Predictable” agar mudah dicerna, namun sarat dengan kejutan (Plot Twist). Plot Twist menjadi kunci kuat disini, karena secara alamiah orang suka dengan kejutan. Membuat mereka terus menanti kejutan selanjutnya di setiap episode, terutama yang “Heartwarming.”

Hollywood memiliki cara yang berbeda di dalam menghasilkan Blockbuster. Mereka akan memastikan keberhasilan produksi nya dengan formula design yang sempurna dan akurat. Metoda ini memberikan kepastian sukses yang tinggi bagi siapapun yang menggawangi produksi nya. Menghasilkan produk film sukses yang pola nya identic dari masa ke masa.

Design formula film Hollywood menciptakan kurva dramaturgi yang terukur. Memberikan control yang lebih banyak bagi creator untuk memprediksi behavior penonton. Komposisi dramatic yang sering digunakan oleh Hollywood adalah pola “Happy-Sad-Happy.” Pola ini nyaris tidak pernah gagal dalam menuai sukses pasar.

Start Up pun ikut memanfaatkan formula sukses ini hingga ke detail infographic dari pola “Happy-Sad-Happy” yaitu (spoiler alert):

1. Once upon a time there was a lonely orphan.. Film Start Up dibuka dengan kisah dramatic Han Ji-pyeong yang telah sukses sebagai manajer bisnis perusahaan Venture Capital raksasa Korea. Namun di masa lalu, Han Ji-pyeong pernah menjalani hidup yang pahit sebagai anak yatim piatu yang terpaksa harus hidup mandiri.

2. Who was friends with two social outcast.. Hidup Han Ji-pyeong berubah setelah bertemu dengan Choon-sim, nenek dari Seo dal-mi, yang bertekad menghidupi dengan baik keluarganya walaupun hidup serba terbatas.

3. The trio lived happily until the evil.. Han Ji-pyeong, Choon-sim, dan Seo Dal-mi hidup bahagia dengan dunianya masing-masing. Hingga Won In-jae, kakak dari Seo Dal-mi kembali bersinggungan dengan hidup mereka bertiga. Dal-mi bertekat membuktikan kepada In-jae, bahwa keputusan ibu kandung mereka bersama In-jae untuk pergi meninggalkan Dal-mi dan ayah nya karena kemiskinan adalah salah. Pembuktian ini dilakukan lewat kompetisi akselerator bisnis Sand Box.

4. Thankfully (hero) defeats (villain) with a.. Pada akhirnya Dal-mi memenangkan kompetisi bisnis yang diadakan Start Up, dan membuktikan bahwa keputusan ibu dan kakak nya In-jae itu salah.

5. And everyone lived happily ever after.

Terdengar familiar? Tentu saja. Karena sangat banyak film Blockbuster Hollywood yang menggunakan pola dramatic yang identik. Sebut saja The Matrix, Altered Carbon, Star Wars, Star Trek, Cinderella, hingga berbagai cinema klasik Hollywood dari kreator-kreator kenamaan.

Lalu apakah perkawinan dua formulasi ini sukses?
www.ranker.com yang mengambil data dari pilihan 40 juta pengunjung di situs nya per bulan, menempatkan Start Up di posisi ke 4. Dari 100 judul Kdrama yang tayang di tahun 2020. Hanya satu tingkat di bawah It’s okay not to be okay. Namun 4 dan 5 tingkat diatas Mr Queen dan The Penthouse yang jauh menggungguli nya di rating Top 10 penonton Korea.

www.imdb.com situs rating film Internasional menempatkan Start Up di urutan ke 8 dari Top 30 Kdrama terbaik tahun 2020 – dengan rating 8.2 dari 10.
www.forbes.com menempatkan Start Up menjadi salah satu dari 13 Kdrama paling di rekomendasi di tahun 2020.

www.kpopmap.com yang melansir data rating dari AC Nielsen dan fan base Kdrama yang voting langsung di situs tersebut memiliki data yang kontradiktif. Menurut rating per minggu yang di keluarkan oleh AC Nielsen, Start Up tidak pernah berhasil memasuki tangga Top 10. Namun di hasil perolehan langsung voting fans, Start Up beserta karakter dan cast nya mampu menempati posisi 3 besar – dengan perolehan persentase Start Up (3,3%); It’s Okay Not To Be Okay (27,8%), Do You Like Brahms? (59,4%). Sebuah kemenangan semu dibandingkan dengan dua competitor nya.

Start Up, yang baru saja merampungkan episode final nya pada Minggu (06/20) lalu, pada akhir nya gagal memasuki tangga Top 10 TV kabel Korea di negeri asal nya. Target sharing rating penonton Korea diatas 10% untuk mendapatkan tempat di Top 10 tidak pernah tercapai. Sementara Kdrama Mr.Queen yang juga di produksi oleh Tvn, mampu memasuki posisi bergengsi. Bersama dengan World of Married dan Crash Landing on You yang juga di distribusikan secara internasional oleh Netflix.

Tampak nya formulasi baru Kdrama ala Netflix ini masih belum mampu memenangkan hati public Korea dan sebagian besar fans-base Kdrama. Karena tidak dapat menciptakan gelombang konflik yang cukup intens, layak nya Kdrama khas Korea.

Akan tetapi Start Up masih terus menaiki tangga popularitas semenjak penayangan perdana nya pada tanggal 17 Oktober lalu. Rating penonton Internasional masih terus meningkat, terbukti dari situs-situs berita bergengsi lain nya seperti Cosmopolitan.com yang juga menempatkan Start Up sebagai salah satu Kdrama paling di rekomendasi.

Start Up mungkin belum dapat menjadi jawaban yang di cari oleh Netflix. Namun Start Up berhasil menjembatani selera antara penikmat film Hollywood dengan penikmat serial Kdrama klasik.

PENULIS: E.A Amurwhabumi (GAMBARIDOEP.COM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here