Beranda EVENT  THEY SHALL NOT GROW OLD – Film Dokumenter Ditangan Sutradara Lord of...

 THEY SHALL NOT GROW OLD – Film Dokumenter Ditangan Sutradara Lord of The Ring

107
0

GAMBARIDOEP.COM –  Peter Jackson menggarap film Dokumenter pertamanya. Sebuah Dokumenter Perang Dunia I di Front Barat. Kira kira di daerah Belgia, timur laut Perancis dan Jerman sebelah barat. Front Barat adalah lokasi utama perang besar Perang Dunia I.

Perang ini merupakan perang parit dan benteng kawat berduri berliku liku dari laut utara ke Swis berbatasan dengan Perancis. They Shall Not Grow Old merekam perang di garis depan antara prajurit Inggris / negara persemakmuran disatu sisi melawan Jerman dan Prusia di sisi berseberangan.

Sebuah perang dalam kondisi buruk yang sesungguhnya tidak ada kemenangan signifikan di kedua belah pihak sampai Perang Dunia I berakhir.

Peter Jackson membuat pendekatan cerdas yang orisinal. Selama penulis menekuni dan menonton film-film dokumenter dari seluruh penjuru dunia tidak ada penggarapan film dokumenter seperti They Shall Not Grow Old.

Materi film berupa footage dokumenter dari Imperial War Museum berdurasi 100 jam tayang. Serta interview para veteran dari BBC berdurasi 600 jam.

Data arsip dokumenter perang asli yg nyaris belum diketahui dan dipertontonkan kepada publik selama 100 tahun.

Team film merestorasi, remastering dan coloring film film dokumenter hitam putih. Menyempurnakan resolusi sehingga gambar tidak putus putus dan merubah format ukuran dari kubus menjadi format TV moderen dan sinemaskop. Team juga menambah sound effect dari arsip film dokumenter yang tanpa sound.

Beberapa ilustrasi dan karikatur yang dimuat di media saat itu ditambahkan. Untuk mengekspresikan moment yang tidak terwakili/ terekam dalam arsip.

Audio interview BBC difungsikan sebagai narasi yang seakan akan memang diucapkan tokoh dalam footage dari Imperial War Museum. Adegan yang naif ketika prajurit tersenyum atau menoleh memandang kamera menjadi penguat seakan akan dia yang bicara.

Hasil restorasi dan coloring They Shall Not Grow Old/ist

Kalimat kalimat dalam arsip BBC diucapkan lurus saja tanpa irama seperti seseorang yang bicara kepada kita disebuah obrolan antar teman. Tidak ada kalimat kalimat melo, dramatis atau mencoba berfilsafat. Betul betul kalimat sederhana dari prajurit yang berlatar belakang sederhana juga.

Interview itu mendiskripsikan luka, kengerian, kekejaman perang dengan jujur namun tidak berusaha tampak horor. Footage-nya memang menyuguhkan gambar gambar kengerian perang dan kondisi medan perang barbar. Digambarkan lumpur hisap lendir yang terbuat dari mayat manusia dan kuda yang membusuk menjadi pembunuh lain selain peluru musuh.

Peter Jackson dan kurator Museum tentu bekerja keras luar biasa memilah dan mengurutkan footage menjadi sebuah gambar yang bercerita runtut tanpa salah data visual. Penulis hanya menemukan satu footage yang diulang dalam durasi beberapa detik.

Dokumenter ini menjelma menjadi sebuah buku harian prajurit. Sejak mereka mendaftar sebagai prajurit dari berbagai tingkat sosial sampai mereka pulang pada ahir perang.

Film ini menggambarkan detail garis depan Front Barat yg menjijikan, tidak manusiawi, kejam, prajurit prajurit bak zombie, kematian setiap saat namun juga ikatan batin luar biasa setiap anggota pasukan yg diekspresikan dengan lugu.

Dalam perang 4 tahun itu Inggris kehilangan hampir 1 juta jiwa. Film ini menggambarkan perang yg melewati batas terendah kemampuan fisik dan jiwa manusia menerima tekanan.

Dilain sisi dokumenter ini memperlihatkan sisi kemanusiaan yg sangat menyentuh justru dengan menghidangkannya secara sederhana. Bagaimana para prajurit dalam pasukan menjadi sebuah keluarga besar. Narasi kehilangan seorang teman. Sikap saling menghormati antara mereka yg berhadapan kemudian menjadi tawanan. Orang orang sederhana yg menjadi prajurit karena salah mendiskripsikan perang. Dalam tekanan luar biasa kedua belah pihak tidak berharap memenangkan perang tetapi berharap perang segera berahir.

Judul film Dokumenter ini diambil dari potongan kalimat puisi karya Laurence Binyon yg berjudul For the Fallen ( 1914 ) dari bait ke empat. Konon bait ke tiga dan ke empat dari puisi ini didedikasikan untuk para prajurit saat itu.

Peter Jackson dengan berani melepaskan karakter film karya karya sebelumnya. Namun memahami betul esensi dari apa yg mau ia sampaikan dengan kandungan materi data arsip Imperial War Museum dan BBC.

Disisi lain Imperial War Museum dan BBC juga memiliki pengetahuan yg memadai untuk memahami kwalitas pendekatan yg diambil oleh Sang Sutradara.

Film ini ditutup dengan narasi sebuah interview dan gambar yg tragis. Ketika para prajurit dari medan perang yg begitu mengerikan disambut warga Inggris dengan dingin dan kondisi krisis ekonomi. Mereka menjadi pengangguran, ditolak masyarakat,tidak dihargai dan disalah pahami.

Gambar memperlihat mimik frustasi para prajurit dan keinginan kembali berperang sebagai satu satunya pekerjaan.

Film ini dirilis tahun 16 Oktober 2018 di London Film Festival. Termasuk sebuah film box office. Sekarang bisa dinikmati di Netflix.

Dokumenter yang wajib ditonton penulis tidak mampu melukiskan seluruh keunggulan They Shall Not Grow Old.

Di Indonesia membuat film dokumenter dianggap lebih mudah dari membuat film cerita. Dan sutradaranya sering dianggap kasta yang lebih rendah ketimbang sutradara film cerita. Sekonyol apapun film ceritanya. Menyedihkan !.

Film ini oleh Peter Jackson didedikasikan untuk kakeknya sebagai prajurit British Army 1910 -1919 dan kerabat yg gugur pada perang besar itu. Namun yang terpenting They Shall Not Grow Old mewanti wanti kita bahwa perang kapanpun untuk alasan apapun berisi penghancuran umat manusia. Dokumenter ini juga memberi pemahaman kepada kita cara memberi penghargaan kepada prajurit.

Sebagai catatan pada Perang Dunia I : Inggris dan sekutunya berkekuatan 42.959.850 prajurit, gugur 5.525.000, terluka 12.831.500, hilang 4.121.000. Jerman dan sekutunya berkekuatan 25.248.321 prajurit, gugur 4.386.000, terluka 8.388.000, hilang 3.629.000. Perang ini juga awal dari dipakainya senjata pembakar, gas beracun dan tank prototipe awal.***

HERMAWAN RIANTO, gambaridoep.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here