Beranda EVENT Bioskop, Bagian Rantai Sumber Daya

Bioskop, Bagian Rantai Sumber Daya

139
0
SALAH SATU BIOSKOP DI BRAGA BANDUNG MAYESTIK/GIC

GAMBARIDOEP.COM – Ada banyak opsi optimisme, ada banyak keberanian wirausaha mandiri di negeri ini. Kejayaan swastanisasi wajib dibangkitkan, kalau ingin wirausaha mengimbarkan bendera kemaslahatan, dari ranah UMKM hingga industri ramah lingkungan, mampu, kembali bersama negara melukis masa depan.

Hanya ada keindahan ketika perencanaan pencapaian lini sector membangun bersama masyarakat, tentu kembali pada birokrasi modal kecil hingga menengah, lagi-lagi kembali pada tolok ukur penyederhanaan system birokrasi berjalan, dari sector keuangan hingga sector industri-perdagangan, bersama membangun negeri.

Optimisme negara, penting, berada di angkasa cita-cita bangsanya, tentu dengan berbagai segi keselamatan, kesehatan, damai di bumi-damai di langit, telah terencana matang, bukan melulu pesimisme, khawatir boleh saja, namun seyogianya tidak berlebihan.

Indonesia-Negeri semarak cita-cita, sekali lagi, negeri optimisme bukan negeri pesimisme, kalau mau kembali melihat daya juang public serentak berteriak ‘merdeka atau mati’ pada masa awal menuju proklamasi, hal itu tak hanya merupakan kekuatan etos filosofis, di dalamnya ada tekad bersama, menjaga-sekaligus membangun negeri.

Sekadar catatan pengingat-negeri ini lahir dari tradisi pertanian, dari lahan berpindah hingga sector pertanian lahan mandiri, dari sayuran, pepadian, buah-buahan, rempah-rempah, jamu tradisionil, seterusnya industri kecil hingga menengah, ramah lingkungan.

Belum lagi daya budaya setempat mampu memproduksi berbagai jenis pertumbuhan usaha-optimis, antara lain industri kriya, industri mode, industri seni rupa, industri tenun ikat, industri film, industri desain, arsitektur, dunia pertunjukan, seterusnya lagi, anak negeri banyak memiliki keahlian mandiri-optimis-bersama membangun wirausaha-negeri ini indah di pandang, tentu dengan berbagai syarat ketentuan tercatat-mampu membangun wirausaha mandiri-berdampingan bersama negara.

Kembali pada tema dari judul di atas. Konon, ada kabar dari jauh di seberang sana sebuah benua tengah merebak isu, kebangkitan dunia film kembali ke bioskop, tak daring lagi, pada pertengahan 2021, katanya. Menggelitik kreativitas, seperti menantang selera di meja besar kenduri wirausaha mandiri.

Kalau benar begitu, katanya sih di Amrik, Bioskop-bioskop AS berharap bangkit tahun 2021. Enggak hebat-hebat amat sih, tapi, kalau menarik garis merah tolok ukur teknologi film, hmm ya di sana biangkeroknya, dari segi tekno, bukan melulu ide, kalau ide, negeri ini gudangnya ide kreatif juga. Baca deh sejarah film bioskop.

Maka akan ingat bagaimana Usmar Ismail, bersama Perfini, membuat, film musical ‘Tiga Dara’, pada 1956, dirilis pada 1957, Citra Dewi, Mieke Wujaya, Indriati Iskak-sebagai pemeran, dengan lighting sederhana, camera, wardrobe, seterusnya paket lengkap produksi film itu, di zaman serba sederhana, hitam putih, fakta kerjasama pemerintah dengan masyarakatnya-untuk Perfini, pada masa itu- Optimisme publik bersama negara-pemerintah.

Namun hal paling menonjol dari film Usmar tersebut, pemilihan karakter peranan, detail kostum zamannya, detail interior-eksterior, berikut pemilihan scenery Jakarta, dari segi sudut pandang fotografis, peranan-pengadeganan, pada masa itu, sungguh spekta, indah di pandang mata, terpenting lagi tergambar dalam frame kultural-edukatif zamannya. Enggak mudah loh membuat film dengan kesederhanaan seperti itu, tak hanya kesabaran mencapai frame esthetic, sekalgus pula, diperlukan kecermatan inteligensi berbudi.

Barangkali jika melihat dari sisi pratinjau ataupun meninjau, perkembangan, begitu banyak mata rantai sumber daya public, inheren kultural, negeri ini wajib optimis; Semoga Tuhan berkenan memberi rezeki keselarasan kesehatan damai di hati-pertengahan tahun, misalnya, industri film-bioskop, sebagai salah satu dari sejumlah sumber daya, semoga segera kembali bercahaya. Salam sehat.

(Taufan S Chandranegara – GIC)

Jakarta Indonesia, February 2, 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here