Beranda FILM FRANKENSTEIN, INTERVIEW WITH THE VAMPIRE , SUICIDE CLUB & THREE CHRISTS (BAGIAN...

FRANKENSTEIN, INTERVIEW WITH THE VAMPIRE , SUICIDE CLUB & THREE CHRISTS (BAGIAN 1)

Film tentang menyongsong kematian dan bunuh diri. Sejak tahun 2003 setiap tanggal 10 September Dunia memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia ( WSPD ).

0

GAMBARIDOEP.COM – Sejak tahun 2003 setiap tanggal 10 September Dunia memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia ( WSPD ). Asosiasi Internasional untuk Pencegahan Bunuh Diri ( IASP ), Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ), Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental ( WFMH ) dan Kementrian Kesehatan Setiap Negara bekerja sama dalam program ini.

Bunuh diri sudah menjadi ancaman rumit yang saling berkait dan saling mempertajam penyebab bunuh diri berangkat dari perasaan “ sakit “ dan “ putus asa “ baik disebabkan faktor dari luar atau dari dalam diri pelaku. Kemudahan atau kemampuan menciptakan sarana bunuh diri , legitimasi dari keyakinan sesat juga merupakan faktor resiko yang mempercepat pengambilan keputusan untuk bunuh diri.

Saat ini setiap 40 detik sekali tejadi kasus bunuh diri, itu yang disampaikan Persatuan Bangsa Bangsa melalui Instagramnya. Isu bunuh diri menjadi materi film yang tidak pernah habis. Bunuh diri selalu menjadi scene yang mendorong sisi kemanusiaan kita untuk merasakan kepedihan tidak peduli siapun pelakunya. Mary Shelley Frankenstein ( 1994 Sutradara Kenneth Branagh ), Interview with The Vampire ( 1994 Sutradara Neil Jordan ), Suicide Club ( 2002 Sutradara Sion Sono ) dan Three Christs ( 2017 Suradara Jon Avnet ) empat dari sekian film yang bermuatan pesan tentang bunuh diri.

Robert de Niro dalam Frankenstein/ist

Frankenstein yang disutradarai Kennet Branagh dengan produser Francis Ford Coppola dianggap film yang paling mendekati novel asli Mary Shelley penulisnya. Frankenstein dibintangi Kennet Branagh sendiri sebagai Victor Frankenstein dan Robert de Niro sebagai mahluk ciptaannya. Novel luar biasa ini terbit pada tahun 1818 dengan judul Frankenstein or The Modern Prometheus. Frankenstein menjadi icon dalam budaya populer dan di mainkan dalam berbagai media dengan berbagai adaptasi. Karena itu Francis Ford Coppola merilis filmnya dengan judul Mary Shelley Frankenstein sebagai indentitas keaslian adaptasi.

Seperti judul aslinya The Modern Prometheus, Mary Shelley membandingkan cerita Frankenstein dengan mitologi Prometheus yang menciptakan manusia dari tanah liat dan memberi mereka api dengan Victor Frankenstein seorang ilmuwan yang menciptakan manusia di laboraturiumnya. Victor Frankenstein menciptakan sosok manusia dari pencangkokan organ organ tubuh orang mati yang kemudian melahirkan sosok yang menjijikan.

Mahluk yang tidak bernama berpenampilan mengerikan namun sensitif dan emosional. Mahluk ini berusaha untuk menyesuaikan diri dengan manusia namun gagal. Penampilannya yang mengerikan dan menjijikan membuat mahluk ini dicurigai, diprasangkai dan dijauhi.

Manusia ciptaan Victor Frankenstein menjadi mahluk yang tidak diinginkan bahkan oleh Victor Frankenstein sendiri sebagai penciptanya. Beberpa kematian yang dihubungkan dengan mahluk ini membuat ia diburu sebagai monster dan harus selalu hidup dalam persembunyian. Hubungan baiknya dengan seorang buta dan seekor anjing menyadarkan dirinya bahwa tidak ada tempat untuk dirinya di dunia manusia yang penuh prasangka. Manusia ciptaan Victor Frankenstein bukanlah monster haus darah ia mahluk buruk yang karena penampilannya yang mengerikan membuatnya disalahpahami, dicurigai, terbuang, tersingkirkan dan dibenci.

Kematian Victor Frankestein dilatar belakang mahluk ciptaannya./ist

Mahluk ini memaksa penciptanya, Victor Frankenstein untuk menciptakan seorang perempuan yang berpenampilan fisik seperti dia. Agar bisa menerima penampilannya yang mengerikan dan merencanakan menghilang berdua pergi dari dunia manusia selamanya. Namun mahluk perempuan ini memilih membakar diri ketika menyadari keburukan fisiknya.

Mahluk ini kemudian lari menuju Arktik ke Kutub Utara menuju keterasingan dikejar oleh Viktor Frankenstine yang berharap bisa membunuh mahluk ciptaanya. Viktor Frankenstine menemui ajal karena pneumonia ditengah bongkahan es terapung.

Mahluk ciptaannya yang kemudian menemukan jasad Victor Frankenstine begitu terpukul. Kebenciannya terhadap penciptanya tidak mampu mengalahkan kesedihannya karena bagaimanapun Victor Frankensteine dianggap sebagai ayahnya.

Mahluk itu mengumpulkan kayu bakar untuk membakar jasad penciptanya dan ia juga menceburkan diri kedalam api menyongsong kematian. Frankenstine adalah sebuah cerita memilukan dari mahluk yang mempertanyakan kuasa penciptanya menciptakan dirinya. Melahirkan semua kesakitan yang tidak dia kehendaki semua kepedihan yang tidak dia inginkan.

Ketika dalam keterasingan ia tidak memiliki siapapun dan tidak lagi memiliki kehendak apapun karena kekecewaan maupun ketidak berdayaanya memasuki dunia manusia ia memilih menolak kehidupan dengan bunuh diri. Monster sesungguhnya dalam cerita Frankenstein adalah Victor Frankenstein Sang Pencipta bukan mahluk tak bernama yang diciptakannya. Kepongahan meniru Tuhan dan membuang mahluk buatannya sumber semua masalah.

Pengejarannya ke Kutub Utara untuk membunuh mahluk buatannya sesungguhnya sebuah gambaran penyesalan yang dilakukan dengan menyongsong kematiannya sendiri. Interview with The Vampire adalah film gothic horor Amerika tahun 1994 disutradarai oleh Neil Jordan berdasarkan novel Anne Rice tahun 1976 berjudul sama. Dibintangi oleh Tom Cruise, Brad Pitt, Kirsten Dunst, Antonio Banderas dan Christian Slater. Skenario oleh Anne Rice. Interview with The Vampire film dengan muatan yang berkebalikan dari Frankenstein terbukti ke tak terbatasan tidak identik dengan kebahagiaan. Film dibuka dengan seorang reporter Daniel Molloy ( Christian Slater ) di San Fransisco modern mewawancarai Louis de Pointe du Lac ( Brad Pitt ) yang mengaku dirinya seorang Vampir.

Cerita kemudian flash back pada kehidupan Louis sebagai manusia ke tahun 1791 di Spanish Lousiana. Louis seorang pemilik perkebunan kaya raya yang depresi karena kematian istri dan anaknya. Hidupnya dihabiskan dengan berkeliaran di rumah bordil dalam keadaan mabok sambil mengutuk ketidak berdayaan dirinya sebagai manusia dan Tuhan yang memperlakukan dia secara tidak adil.

Dalam keadaan jiwa yang labil, tidak memiliki kemampuan berpendapat dan menimbang baik buruk, Lestat de Lioncourt seorang Vampir kuno memanipulasi Louis untuk menjadi Vampir. Merayu Louis memberi kehidupan baru dengan kekuasaan tanpa batas dan keabadian. Kehidupan Vampir yang tampak berkuasa terhadap kehidupan mulai terasa buruk bagi Louis karena untuk terus mempertahankan kemampuannya harus merenggut kehidupan orang lain.

Ditengah wabah penyakit yang melanda New Orleans Lestat mengambil hati Louis dengan mengubah seorang gadis kecil Claudia ( Kirsten Durst ) yang sekarat membebaskan penderitaanya dengan mengubah menjadi Vampir. Mereka bertiga hidup sebagai sebuah keluarga. Lestat dan Clauidia hidup sebagai Vampir pembunuh sedang Louis terus berkutat dengan nuraninya sebagai manusia dan fisiknya sebagai Vampir. 30 tahun berlalu keabadian membuat Louis sebagaimana L estat tetap muda namun menjadi persoalaan bagi Claudia.

Claudia tetap memiliki fisik anak anak namun psikologinya tidak terbendung tumbuh sebagai wanita dewasa. Kemarahan karena kondisi ini mendorong Claudia untuk membunuh Lestat penciptanya. Kesadaran bahwa mereka berdua bukan manusia mendorong mereka untuk mencari dunia sendiri, dunia yang dihuni mahluk sejenis. Mereka berkeliling Eropa dan Mediterania dan menetap di Paris tahun 1870. Louis bertemu dengan kehidupan Vampir di Paris. Claudia memaksa Louis untuk menciptakan Vampir baru untuk teman Claudia, Louis menciptakan Vampir baru bernama Madeleine. Santiago dan Armand seorang Vampir yang berusia 400 tahun mengundang Louis dan Claudia ke Theatre des Vampires tempat para Vampir menggelar pertunjukan horor teatrikal untuk masyarakat Paris.

Adegan dalam Interview With The Vampire/ist
Adegan dalam Interview With The Vampire/ist

Sekaligus tempat menjebak korban mereka. Namun Santiago yang punya kemampuan membaca pikiran ahirnya mengetahui bahwa Claudia dan Louis yang membunuh Lestat yang sangat dihormati dikehidupan Vampir. Kelompok Vampir Paris menangkap mereka. Claudia dan Madeleine mati terbakar didalam sumur matahari sedang Louis berhasil diselamatkan Armand.

Louis membalas dendam atas kehilangan Claudia dan Madeleine dengan membakar Teater Vampir dan membunuh semua penghuninya. Louis tetap bersahabat dengan Armand dan melakukan perjalanan melintasi Eropa. Louis berpisah dengan Armand. Kebosanan dengan dunia lama mendorong Louis untuk pulang ke Amerika modern hidup sebagai penyendiri. Ia berbuat baik kepada manusia yang dijumpainya tetapi tetap hidup di dalam bayang bayang.

Pada ahir wawancara Louis kecewa dengan permintaan si reporter untuk dijadikan Vampir. Louis dihinggapi kemarahan luar biasa ketika melihat kenyataan bahwa Daniel Molloy si Reporter tidak memahami sama sekali kepedihan hidupnya menjalani keabadian mengerikan yang diberikan Lestat. Louis meninggalkan Daniel Molloy dan melanjutkan kehidupannya sebagai penyendiri seperti seorang pertapa sambil menunggu mukjizat yang bernama kematian. Kematian bukan lagi hak nya seperti manusia biasa ia telah kehilangan sebuah kesempatan yang anehnya ditakuti manusia, mahluk yang tidak memahami kepedihan kehidupan abadi. (BERSAMBUNG)

HERMAWAN RIANTO| GAMBARIDOEP.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here