Beranda EVENT THE WOLF HOURS: Perempuan yang Melawan Ketakutannya Sendiri

THE WOLF HOURS: Perempuan yang Melawan Ketakutannya Sendiri

0
Salah satu adegan The Wolf Hours /ist

GAMBARIDOEP.COM –  The Wolf Hours adalah film thriller psikologi yang menegangkan ditulis dan sutradarai oleh Alistair Banks Griffin rilis di Sundance Film Fest pada 26 Januari 2019.

Saat resensi ini ditulis The Wolf Hours ditayangkan di TV berlangganan channel HBO Signatures. Film ini mengambil waktu tahun 1977 bulan Juli ketika New York dilanda cuaca panas luar biasa dan terjadi pemadaman listrik total. Menyebabkan kebakaran, penjarahan dan penagkapan masal juga teror dari pembunuh berantai yang dijuluki “ Son of Sam “ ( ditangkap 10 Agustus 1977 )

June Leigh ( Naomi Watts ) seorang novelis yang setelah novel terahirnya meledak ia justru mengurung diri di sebuah apartemen kumuh di wilayah berbahaya di South Bronx.

June stress mengalami Agoraphobia yang mirip dengan Hakikimori di Jepang ( situasi stres yang membuat penderitanya mengurung diri di kamar ) karena Novel terahirnya yang diduga sebagai biografi keluarga oleh pembaca justru menghancurkan keluarganya. June lahir dalam sebuah keluarga kapitalis sejati yang sukses. Novel June adalah adalah novel yang memberi inspirasi pada perubahan, anti kemapanan dan perlawanan.

Efek dari terbitnya Novel itu konglomerasi keluarganya runtuh karena pemerintah mulai membongkar bisnis bisnis ilegalnya. Dalam flash back adegan wawancara Televisi, June juga baru kematian mendadak ayahnya dan yang membuat shock bahwa itu semua dikaitkan dengan dirinya.

Sementara itu terjadi chaos di tengah masyarakat terutama di wilayah pemukiman kumuh. Novel June memberi ruang pada ketidak puasan, kemarahan dan kecemburuan sosial. Karena ini semualah June Leigh mengurung diri dan dihinggapi phobia keluar apartemennya. June yang mengisolasi diri tanpa kerja mulai kesulitan uang dan kondisi dirinya yang hidup dengan delusi mulai merubah kepribadiannya.

Penyesalan membuat June membakar sebagian naskah novelnya yang seharusnya ia selesaikan dan dikirim ke penerbitnya didepan Margot ( Jennifer Ehle ) seorang kerabat yang mengunjunginya.

Focus terbesar film ini adalah Naomi Watts sebagai June Leigh. Ia sejak film dibuka bermain sendirian sebagai perempuan yang dihinggapi rasa bersalah, penyesalan, ketakutan dan mencurigai semua hal.

Tampilan Naomi Watts nyaris tanpa make up kecuali spesial efex untuk wajah yang capek dan tidak sehat. The Wolf Hours sebuah film slow burn istilah film yang dibuka lambat menuju ke inti masalah.

Sebuah apartemen temaram dengan buku dan benda benda berserakan juga sebuah kulkas tua yang nyaris kosong. June berkeliaran di kamar apartemen kumuh itu tanpa tujuan jelas. Sesekali terdengar siaran radio yang terus menerus menyiarkan berita tentang perkembangan kasus pembunuh berantai yang masih berkeliaran.

Alistair Banks Griffin Sang Sutradara membangun Naomi Watts yang harus ber acting sendirian untuk menerangkan masa lalunya, rasa takut dan bersalahnya kemudian dan phobia yang menghinggapi dirinya lewat eksplorasi kamera yang menangkap kegelisahaan lewat bahasa tubuh June Leigh ( Naomi Wats ).

Ditambah dengan penggambaran lingkungan apartemen yang mengancam, para penagih sewa yang mengintimidasi dan bel apartemen yang selalu berbunyi secara misterius. Alistair Banks Griffin berhasil menampilkan June Leigh yang sendirian, rentan, lemah dan ketakutan. Sehingga kita akan terdorong mencurigai dan was was terhadap sosok baru yang muncul di kamar apartemen June.

Freddie adalah pengantar pesanan belanjaan yang muncul di apartemen June. Status Fredy sebagai pengganti pengantar yang biasa dan meminjam wastafel untuk mencuci tangannya membuat penonton merasakan ketegangan tanda tanda akan terjadinya sebuah masalah.

Namun itu tidak terjadi begitu juga dengan kehadiran seorang polisi ( Jeremy Bobb ) yang meminta pelayanan Sex sebagai pengganti jasa pengawasannya, June diselamatkan dengan panggilan di Radio Panggil Polisi tentang kebakaran. Begitu juga ketika June menyewa Billy ( Emory Cohen ) seorang Gigolo lewat telpon yang kemudian justru memberi rasa nyaman karena kesederhanaan pribadi Si Gigolo.

Didorong oleh percakapan dengan Si Gigolo yang memberinya pencerahan dan rasa aman June mendapatkan energi untuk menyelesaikan novelnya. Freddie yang terus muncul di apartemen untuk beberapa keperluan karena karakter ucapannya yang ketus akan terus menggugah kecurigaan penonton.

Kalimat Freddie yang mengatakan bahwa diluar memang sedang terjadi perubahan ( memupus sebagian rasa bersalahnya ) dan cerita Billy si Gigolo bahwa ia mampu membuang phobianya justru dengan melawan sumber phobianya membuat June tercerahkan.

Ketika ahirnya June Leigh berhasil menyelesaikan naskah novelnya ia minta tolong Freddie untuk mengantar naskah novelnya ke penerbit setelah melalui perdebatan mengenai upah.

June membayar Fredy dengan uang terahir yang ia punyai. Dalam ketegangan menunggu Freddie, New York tiba tiba didera pemadaman lampu total. New York dalam kegelapan, terjadi kekacauan dan tindakan kriminal dimana mana. June yang terus menunggu Freddie sambil menonton kekacauan jalanan di bawah dari jendela dan kegelapan kamarnya melihat Freddie dianiaya seseorang dan pingsan di jalanan. June yang mengalami phobia keluar dari apartemennya dengan susah payah melawan ketakutannya, memberanikan dirinya turun untuk menolong. Tetapi ternyata orang itu bukan Freddie.

Keterlanjuran June Leigh ke jalanan yang hancur dan terbakar justru memupuk dan menyembuhkan phobia June. June Leigh berjalan tanpa alas kaki diantara bangkai mobil dan menyongsong api di aera sekitar yang terbakar dan pemandangan New York yang dilalap api. Film ini ditutup oleh tayangan televisi wawancara dengan June Leigh yang “ baru “ yang bisa membebaskan diri dari phobianya tentang Novel barunya yang baru saja terbit.

Tidak semua sepakat bahwa The Wolf Hours film yang enak ditonton dan terpuji tapi penulis termasuk yang sepakat bahwa film ini perlu ditonton. The Wolf Hours sebuah film suram yang sebaiknya ditonton. Namun memang membutuhkan focus untuk menikmati film ini. Bagi para cineas keberhasilan Alistair Banks Griffin membangun suasana menekan dan menyempurnakan acting June dalam kesendirian yang minim dialog melalui eksplorasi kamera, narasi melalui berita radio dan adegan adegan mengintimidasi lainnya perlu dipelajari.

Bila kita masih ingat film Dog Day Afternoon 1975 ( Sutradara Sidney Lumet / aktor Al Pacino ) walaupun dalam genre berbeda namun bisa menjadi studi perbandingan bagaimana sebuah film yang di dominasi oleh acting sendirian Sang Aktor dan bergantung pada monolognya dengan The Wolf Hours bagaimana seorang aktris bermain sendirian minim dialog tetapi dibentuk oleh suasana hasil ekspresi visual. Tulisan ini melengkapi resensi yang pernah ditulis semoga memberikan manfaat. ***

HERMAWAN RIANTO – GAMBARIDOEP.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here