Beranda EVENT THE ATTICUS INSTITUTE Salah Satu Film Bergaya Pseudo Dokumentary Terbaik

THE ATTICUS INSTITUTE Salah Satu Film Bergaya Pseudo Dokumentary Terbaik

0
Rya Kihlstedt sebagai Judith Winstead/ist

GAMBARIDOEP.COM – The Atticus Institute sebuah film supranatural yang diproduksi dan dirilis tahun 2015 disutradarai oleh Chris Sparling yang sekaligus menjadi penulis skenarionya. Sebagai produser adalah Peter Safran yang kita kenal sebagai produser The Conjuring dan Annabele.

Menikmati film ini di Netflix pada awalnya membingungkan penulis. Film ini dibangun dengan karakteristik dokumenter namun pada puncak ketegangan film ini penonton boleh menduga bahwa adegan yang ditampilkan fiksi. Gambar gambar dalam The Atticus Institute terdiri dari 3 karakter gambar yang memperlihatkan sumber materinya.

Pertama gambar adegan yang di bangun sederhana baik set maupun pencahayaan seakan akan berasal dari film 8 mm yang dibuat oleh seorang amatir dan ditujukan untuk mendokumentasi.

Gambar kedua seakan akan berasal dari rekaman cctv atau semacamnya yang memiliki kemampuan menangkap obyek terbatas dan tampak ditujukan untuk semata mata merekam obyek medokumentasi dari waktu ke waktu disebuah ruangan.

Gambar ketiga memang berasal dari kamera ditangan profesional dan ruangan serta figur obyeknya diatur pencahayaannya dengan baik selayaknya sebuah adegan interview yang terpisah dari adegan adegan lainnya. Prosentase dialog lebih sedikit dari narasi yang menadampingi gambar.

Karakter ini adalah karakter film dokumenter kalau puncak puncak adegan tidak mengisyaratkan karakter film fiksi penonton akan meyakini bahwa The Atticus Institute adalah film dokumenter berasal dari kejadian nyata.

Karena itu penulis mencoba membaca semua data mengenai The Atticus Institut dan meyakini bahwa ini sebuah film Pseudo Dokumentary. Pseudo Dokumenter adalah sebuah film yang sengaja mengambil karakter film dokumenter walaupun bukan dari kejadian nyata untuk mendapatkan sensasi psikologis lain dari penonton.

Karakter ini seperti sudah ditulis diatas sengaja menampilkan gambar-gambar tidak sempurna untuk mensugesti penonton bahwa peristiwa dalam film ini nyata. Karena puncak pencapaian supranatural / horor adalah ketika penonton mempercayai fiksi yang dibuat sutradara sebagai peristiwa nyata atau peristiwa yang diangkat dari kejadian sesungguhnya.

Cerita yang disampaikan melalui media audio maupun audio visual yang berbasis pseudo dokumenter ternyata memiliki sejarah menarik yang begitu mempengaruhi pendengar maupun penontonnya karena dipercaya sebagai sebuah peristiwa nyata. Tahun 1938 Orson Welles aktor dan sineas puncak saat itu memproduksi sebuah drama radio The War of the Worlds adaptasi dari buku HG Wells.

Drama radio fiksi ilmiah Invasi mahluk Mars ke Bumi ini disiarkan dari radio CBS yang kemudian menciptakan kepanikan karena dipercaya sebagai sebuah kejadian nyata. Drama radio ini diyakini sangat nyata oleh pendengarnya saat itu karena menggunakan adegan “ pemberitaan “ ( semacam breaking news saat ini ) di awal cerita. Panik yang melanda menaikan nama dan ketenaran kreatornya : Orson Welles. Saat itu memasukan program berita dalam sebuah karya fiksi tidak lazim.

Beberapa media menulis sebagai penipuan, sebagian lagi menenangkan masyarakat dan meyakinkan bahwa drama radio The War of teh Worlds adalah mutlak fiksi. Protes dan kemarahan karena efek panik membuat dorongan untuk meregulasi program ini. Namun apapun efeknya Orson Welles memang mampu memanipulasi pendengarnya dengan gaya penyajian pseudo dokumenter. Oliver Stone menyajikan sebuah teori lain tentang penembakan Kennedy melalui filmnya JFK ( 1991 ) dengan mencampur fakta dan fiksi baik dalam muatan cerita maupun penyajian gambarnya. JFK mendapat kritik tajam dianggap melampui batas etika ketika Oliver Stone melakukan editing mencampur adukkan gambar yang diambil dari rekaman dokumenter asli dengan gambar hasil shooting yang sengaja dibuat berkarakter gambar dokumentasi pada tahun peristiwa itu terjadi.

Gambar hasil shooting sengaja dibuat dengan pencahayaan buruk, berbintik dan tergores agar mengesankan film lama yang diambil dengan kamera 16 mm seperti era tahun 1963. Diluar kritik tajam untuk JFK film ini menuai sukses di pasar. Berbiaya 40 juta dolar film ini meraup pendapatan kotor lebih dari 200 juta dolar dan nominasi Oscar.

Istilah footage ( potongan hasil rekaman ) yang ditemukan juga digunakan untuk membangun sebuah film pseudo dokumentary. Blair Witch Project 1999 adalah contoh terbaik film “ Found footage horror film“. Dimulai dengan melancarkan gosip tentang hilangnya sekelompok pelajar yang membuat riset tentang penyihir Blair disusul ditemukannya peralatan dan kamera serta hasil shooting mereka. Disebutkan materi film Blair Witch Project seluruhnya konon dari hasil temuan footage mereka. Gambar gambarnya memperlihatkan karakter pengambilan gambar amatir dengan alat perekam kamera amatir.

Tidak ada pencahayaan yang di setting, sering out focus, gambar yang tidak stabil hingga pengambilan gambar malam hari yang sengaja dibantu cahaya lampu senter pemegang kamera. Keseluruhan film ini sengaja ditampilkan dengan gambar video amatir sesuai sumber materinya sebuah temuan dari video amatir dokumentasi riset.

Blair Witch Project adalah sebuah fenomena ketika sebuah film horor( independent ) menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa dan salah satu film horor paling menguntungkan. Film horor yang dibangun dengan memanipulasi dan mensugesti penonton melalui gambar gambar dan strategi promosi yang credik. Blair Witch Project bahkan meluncurkan program franchise berupa dua sekuel, novel, komik hingga video game.

Sayangnya ketika strtategi pseudo documantary ini dibuka sequel Blair Witch Project berikutnya kehilangan penonton. Kembali kepada film The Atticus Institute film ini dibuka dengan sebuah klaim bahwa peristiwa terjadi pada tahun 1970 ketika sebuah laboraturium milik pemerintah Amerika Serikat sedang menjalankan riset tentang kekuatan supranatural dan bahwa kemampuan ESP memang benar benar ada. Isu ini diperkuat dengan gosip bahwa Uni Sovyet saat itu sedang menjalankan program serupa. Adegan adegan awal diperlihatkan ketika team yang dipimpin Dr. Henry West ( William Mapother ) menguji sekian subyek yang dianggap memiliki kekuatan supranatural namun berahir dengan hasil mengecewakan.

Hingga ahirnya laboraturium itu mendapatkan sebuah subyek yang akan merubah semua pendapat tentang isu supranatural atau kekuatan ESP. Team laboraturium kemudian meminta bantuan fihak militer karena subyek menjadi tidak terkendali. Judith Winstead ( Rya Kihlstedt ) dibawa ke institut oleh Margaret saudaranya yang merasa terganggu oleh perilakunya yang tidak biasa dan berbahaya. Judith memperlihatkan kemampuan telekinesis dan pyrokinesis yang kemudian berubah menjadi penyerangan terhadap team laboraturium baik didalam maupun diluar leboraturium.

Team mulai menyadari bahwa kemampuan Judith karena kekuatan iblis. Pihak militer justru ingin memanfaatkan Judith untuk kepentingan militer namun tidak terkendali. Adegan kesurupan dimainkan dan ditampilkan sangat baik dalam versi laboraturium. Versi ini berhasil menyingkirkan kejenuhan terhadap adegan kesurupan yang sudah begitu banyak banyak ditampilkan dalam berbagai film sejak suksesnya film The Exorcist ( 1973 ) yang dimainkan sangat menawan oleh Linda Blair.

Pada ahir film Judith dibunuh oleh Dr Henry West dengan meledakan hatinya secara telekinetik ketika iblis berpindah merasuki tubuh Dr Henry West. Seperti layaknya film dokumeter pada kredit titel film disebutkan bahwa tubuh Judith dimakamkan ditempat yang dirahasiakan dan Dr Henry West setelah menghilang dan keberadaannya tidak diketahui dinyatakan meninggal secara hukum pada tahun 1982.

Menurut pendapat penulis The Atticus Institute adalah sebuah film yang cerdik dengan memanfaatkan gaya pseudo dokumentary atau kita sebut saja film fiksi dengan gaya dokumenter palsu. Acting Rya Kihlstedt sebagai Judith dan penyutradaraan/ pendekatan filmis juga skenario Chris Sparling sangat dipuji karena itu Peter Safran produser Conjuring yang tergerak untuk memproduseri film ini. Kelemahan utama The Atticus Institute karena menggunakan pemain yang sudah dikenal sebagai aktor / aktris sehingga meruntuhkan efek dokumentary nya.

Berbeda dengan JFK Oliver Stone yang sengaja memanipulasi adegan baru sehingga mirip gambar dokumenter asli atau Blair Witch Project yang menggunakan pemain tak dikenal sehingga meyakinkan penonton bahwa footage yang ditemukan memang betul betul asli.

Namun sebagai sebuah film dengan gaya pendekatan pseudo dokumentary ( dokumenter palsu ) The Atticus Institute sebuah film yang perlu ditonton apalagi kalau kita tidak mengenal pemainnya sebagai aktor sungguhan. The Atticus Institute bisa dinikmati di Netflix. ***

HERMAWAN RIANTOgambaridoep.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here